Pemkab Tana Tidung Gandeng GIZ Jerman Tekan Stunting di Empat Desa

nara
- Senin, 13 Oktober 2025
Bagikan:

NARASIDIKSI.COM, TANA TIDUNG – Pemerintah Kabupaten Tana Tidung memperkuat strategi penanganan stunting melalui kemitraan internasional. Langkah ini dilakukan melalui Workshop Multi-Stakeholder Partnership (MSP) yang digelar di ruang rapat Bappeda pada Senin (13/10/2025).

Dalam agenda ini, Pemkab Tana Tidung resmi menggandeng Perkumpulan Lingkar Hutan Lestari (PLHL) dan lembaga kerja sama internasional Jerman, GIZ. Sinergi ini bertujuan merumuskan rencana kerja terpadu untuk mempercepat penurunan angka stunting di Bumi Upun Taka.

Fokus Penanganan di Kecamatan Betayau

Program kolaboratif ini akan difokuskan pada empat desa percontohan di Kecamatan Betayau, yakni Desa Kujau, Bebakung, Priuk, dan Mendupo. Penanganan di wilayah tersebut menitikberatkan pada edukasi gizi dan peningkatan akses pangan bergizi bagi keluarga.

Selain faktor gizi, tim gabungan juga menyasar pencegahan faktor risiko lainnya seperti pernikahan dini dan rendahnya kesadaran pemberian ASI eksklusif. Langkah ini diambil guna memastikan kesehatan ibu dan anak terjaga secara berkelanjutan.

“Masalah stunting bukan hanya soal gizi, tetapi juga tentang masa depan anak-anak kita. Melalui kerja sama ini, kita berharap upaya yang dilakukan dapat berkelanjutan,” ujar Wakil Bupati Tana Tidung, Sabri.

Kemitraan Strategis Berbasis SDGs

Wakil Bupati Sabri yang juga Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) menandatangani langsung nota kesepahaman (MoU) dengan para mitra. Kerja sama ini menjadi model pembangunan yang berorientasi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dengan dukungan teknis dari GIZ dan PLHL, program ini diharapkan berjalan lebih efektif dan terukur di tingkat desa. Pemerintah daerah optimis kolaborasi lintas sektor ini akan memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat pedesaan.

“Kita berharap melalui sinergi lintas sektor ini, hasilnya benar-benar dapat dirasakan langsung oleh masyarakat di wilayah pedesaan,” pungkasnya. (Ftr/Adv/Diskominfo Tana Tidung)