TMMD 126 Resmi Ditutup, Pemkab Tana Tidung Siap Rawat Hasil Pembangunan

nara
- Kamis, 6 November 2025
Bagikan:

NARASIDIKSI.COM, TANA TIDUNG – Program pengabdian TNI melalui kemanunggalan membangun desa di Kabupaten Tana Tidung telah mencapai garis finish. Upacara penutupan TMMD ke 126 Tahun 2025 berlangsung khidmat di Lapangan Balai Adat Desa Limbu Sedulun pada Kamis (6/11/25).

Danrem 092 Maharajalila Brigjen TNI Mohammad Sjahroni memimpin langsung prosesi penutupan tersebut. Kehadiran pimpinan tertinggi TNI di wilayah tersebut menegaskan suksesnya kolaborasi antara militer dan pemerintah daerah.

Pemerintah Kabupaten Tana Tidung kini secara resmi menerima seluruh hasil pekerjaan fisik dan nonfisik yang telah tuntas. Sinergi ini dinilai menjadi kunci utama dalam mempercepat ketersediaan infrastruktur di wilayah pelosok desa.

Seluruh fasilitas yang telah dibangun kini menjadi aset daerah yang harus dijaga keberlangsungannya. Pemkab Tana Tidung menyatakan kesiapannya untuk melakukan perawatan jangka panjang agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat.

“Apresiasi tinggi saya sampaikan kepada pemerintah daerah dan masyarakat yang telah berperan aktif menyukseskan program ini,” ujar Mohammad Sjahroni.

Dampak Nyata Infrastruktur

Selama pelaksanaan program, fokus utama tertuju pada perbaikan infrastruktur jalan dan fasilitas umum lainnya. Pembangunan fisik tersebut dirancang untuk membuka aksesibilitas warga menuju pusat ekonomi dan sosial.

Selain fisik, TMMD ke 126 juga meninggalkan warisan berupa peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Berbagai penyuluhan kebangsaan dan kesehatan telah diberikan kepada warga sebagai modal pembangunan karakter.

Semangat gotong royong yang terbangun selama pengerjaan diharapkan tidak luntur setelah prajurit kembali ke kesatuan. Kebersamaan antara TNI dan rakyat menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan persatuan di daerah.

Pemerintah daerah berharap hasil kerja keras ini dapat memicu pertumbuhan ekonomi baru di tingkat desa. Pembangunan yang tepat sasaran merupakan wujud nyata kehadiran negara di tengah kesulitan masyarakat.

“Semoga semangat gotong royong dan kepedulian sosial ini terus tumbuh sebagai modal penting pembangunan daerah,” pungkasnya. (Ftr/Adv/Diskominfo Tana Tidung)